China sedang bersiap untuk mengambil sampel dari Mars, berhasil melampaui NASA dan ESA

China telah mengungkapkan rencana untuk mengambil sampel dari Mars dan membawanya ke Bumi pada 2031. Beberapa tahun lebih cepat dari NASA dan ESA (Badan Antariksa Eropa).

Seperti diketahui, NASA dan ESA juga telah merencanakan untuk membawa sampel dari Mars ke Bumi. Namun, menurut rencana, hal itu baru bisa direalisasikan dua tahun setelah rencana China.
Baca juga

Indonesia dan Korea Selatan bangun pusat data nasional senilai Rp 2,3 triliun di Batam
Poco F4 akan masuk Indonesia pada 30 Juni 2022
3 update besar Mobile Legends Lore 2022
Huawei memperkenalkan Freebuds Pro 2, dilengkapi dengan resistensi IP54
7 Fakta Tentang Planet Venus Orang Tidak Bisa Hidup Karena Terlalu Panas

Target tersebut diumumkan dalam presentasi oleh Sun Zezhou, kepala perancang misi pengorbit dan penjelajah Mars Tianwen 1, yang tiba di planet merah pada Februari 2021.

Dalam paparannya, Senin (20/6/2022), Zezhou mengatakan China menargetkan misi dua peluncuran, yang dijadwalkan diluncurkan pada akhir 2028, dengan sampel kembali ke Bumi pada Juli 2031.

“Misi multi-peluncuran yang kompleks akan memiliki arsitektur yang lebih sederhana dibandingkan dengan proyek NASA-ESA, dengan pendaratan Mars dan tidak ada penjelajah yang memindai lokasi yang berbeda,” kata Zezhou kepada SpaceNews. /6/2022).

Baru-baru ini, NASA mencari masukan publik ke dalam rencana kembali pola kolaboratif dengan ESA setelah badan antariksa memutuskan untuk mengembangkan pendarat Mars kedua karena kebutuhan massal misi.

Akibatnya, misi pengembalian sampel Mars NASA-ESA harus ditunda dari 2031 ke 2033.
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio
Misi China untuk mengambil sampel Mars. [Indonesia]

Misi bersama NASA-ESA akan mengangkut sampel Mars yang dikumpulkan oleh penjelajah Perseverance NASA, yang telah menjelajahi Kawah Jezero selebar 45 kilometer sejak Februari 2021.

Sampel akan diambil oleh robot ESA dan ditempatkan di Mars Climbing Vehicle (MAV) NASA.

MAV kemudian akan meluncurkan kapsul berisi sampel ke orbit Mars, di mana ia akan ditangkap oleh pengorbit buatan Eropa untuk diangkut ke Bumi.

Misi China akan lebih efisien, mengumpulkan sampel dari area kecil melalui pengambilan sampel permukaan dan proses pengeboran yang dilakukan oleh robot berkaki empat.

China sendiri sudah memiliki pengalaman mengirim sampel dari Bulan, serta pengalaman yang cukup banyak di Mars berkat Tianwen 1 yang diluncurkan pada Juli 2020.

Ini adalah rencana China untuk membawa sampel dari Mars ke Bumi pada tahun 2031. Jika berjalan sesuai rencana, mereka akan mengungguli NASA dan ESA. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Sumber :